Believing in the earlier scriptures – The Zabur or Psalms

A Muslim would have been taught the five foundations of faith in Islam; the belief in God, angels, the Scriptures, the Prophets and the Hereafter. There are those who would add another one, the belief in Qada and Qadar, that everything both bad and good are from God. I have a problem with the sixth as I believe that only the good, come from God. Anything bad is your own doing. That is my understanding of the Quran. I will not blame God for any misfortune.

I have been wondering, why am I not reading the other Books of God? The Psalms in particular.

I cannot expect present day Muslims to study the other three if they, themselves, are Quran illiterate and have not started with the Quran.

Your Lord is the best knower of everyone in the heavens and the earth. In accordance with this knowledge, we preferred some prophets over others. For example, we gave David the Psalms. (17:55)

The reason given for not reading the other scriptures is that the scriptures have been corrupted. This is well narrated in the Quran. Still, there must be a reason for insisting followers of Abraham to read the other scriptures.The fear of being corrupted by the possibly corrupted scriptures is addressed by God by setting the order of precedence. Should there be conflicts between the Quran and the other scriptures, the Quran takes precedence.

What we revealed to you in this scripture is the truth, consummating all previous scriptures. God is fully Cognizant of His servants, Seer. (35:31)

Yesterday I read the first psalm. For those who has not started reading the Quran, do so.

5 Responses to Believing in the earlier scriptures – The Zabur or Psalms

  1. assalamualaikum warahmatullah

    apabila membaca posting pada kali ini tiba tiba saya teringat akan pesan Rasulullah s.a.w berkaitan dengan pembacaan kitab kitab agama samawi yang lalu yang mana telah dinasakhkan oleh Al Qran itu sendiri dan juga lidah Rasulullah s.a.w. Berikut ialah hadisnya:

    Diriwayatkan dengan shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau pernah marah ketika melihat Umar bin Al-Khattab Radhiallahu ‘anhu membawa kertas bertuliskan isi taurat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah engkau masih ragu wahai Ibnul Khattab? Bukankah aku telah membawakan ajaran yang putih bersih? Seandainya saudaraku Nabi Musa masih hidup, pasti dia juga menjadi pengikutku.”

    (iwayatkan oleh Ahmad, Ad-Daarimi dan yang lainnya.)

    Manakala al Quran pula telah memberitakan kepalsuan kitab kitab yang terdahulu dengan menyatakan di pelbagai tempat di dalamnya iaitu:

    “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan:”Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS.Ali Imraan : 78)

    “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhya Allah menyukai orang-orang berbuat baik.” (QS.Al-Maa-idah : 13)

    “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya:”Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS.Al-Baqarah : 79)

    Wallahu alam

  2. inspigoblog says:

    Alkitab tidak terhad kepada injil, torah dan zabur. Alquran juga adalah alkitab. Bukan sahaja injil, torah dan zabur bolih diputarbelitkan, Quran juga bolih di salahgunakan dan dijual dengan harga murahan, Maka celakalah mereka yang berbuat sedemikian.

    Membaca Injil, torah dan Zabur yang telah di”perkosa” mengajar kita betapa perkara yang sama sedang dilakukan mereka yang mengaku islam.

    Kita juga melihat bagaimana hadis nabi Musa dan hadis nabi Isa, dinaiktarfkan sebagai Alkitab. Bukankah ini sesuatu yang sedang diulangi?

    Membaca dan menyelidiki torah dan injil dan Zabur tidak mengoncang keagungan Alquran.

  3. boleh jelaskan kepada saya..kerana saya kurang faham statement saudara ..
    ” Kita juga melihat bagaimana hadis nabi Musa dan hadis nabi Isa, dinaiktarfkan sebagai Alkitab. Bukankah ini sesuatu yang sedang diulangi?”

  4. inspigoblog says:

    setelah menerima torah, dan setelah wafatnya Musa, pengikutnya mengumpulkan hadis nabi Musa. Maka terkumpullah talmud, buku panduan dan kitab pegangan ramai yahudi sekarang. torah diketepikan. untuk membetulkan keaddan Isa diturunkan.

    Setelah wafatnya Isa a.s perkara yang sama berlaku. Hadis nabi isa dikumpulkan menjadi New Testament. itu yang dipanggil penyelewengan Injil. Untuk membetulkan keadaan Muhammad diturunkan.

    Setelah wafatnya Muhamad adakah sesuatu yang sama sedang dilakukan?

    Sila rujuk https://inspigoblog.wordpress.com/2006/05/28/islam-is-simple-the-talmud-the-new-testament-and-the-manmade-hadith-of-muhammad/

  5. alhamdulillah memang sudah ada usaha usaha yang dilakukan oleh para sahabat( r.a) dalam periwayatan hadis dalam period period terawal Islam, dalam mereka menjaga sanad sanad hadis mereka. Disiplin ilmu itu kemudiannya dikategorikan pula sebagai “science of hadith” atau dalam bahasa arabnya dipanggil mustolah hadis.

    Untuk pembacaan yang lebih lanjut ada rujukannya dalam bahasa Inggeris. Di sini saya letakkan linknya untuk saudara yang saya hormati membacanya.

    a) hadith pada zaman awal Islam.
    http://www.islamic-awareness.org/Hadith/hadith.html

    Untuk pengetahuan saudara juga, saudara boleh asses pelbagai info dan polemik yang berkaitan dengan Islam dan hadis dalam website yang sama. Insya allah, maklumat yang disampaikan pada website itu ilmiah dan menepati aturan dan tatacara akademik.

    wallahu alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: