Sumbat Menyumbat dimusim banjir

bila saku disumbat mulut tersumbat
telinga dan  otak  segala deria tersumbat
parit, dari yang Sulong hingga ke bongsu terus  tersumbat
sibuk dengan yang PINTAR parit terbiar bodoh
kunci air tiada kuncinya
parit hanya diracun tidak disiang buang isi perutnya

maka bila hujan, kampong, daerah dan negeri jadi  sinki yang tersumbat
banjir menunggu surut, bau masam menyumbati deria
maka termenung lah dengan fikiran buntu tersumbat
hanya pengantin baru itik dan buah kelapa gumbira
berenang mengawan hanya kelapa terapung lari dari disumbat

pegawai menyumbati telinga menteri dengan tahyul
menteri  bersetuju, saliran tidak tersumbat,
tapi  alam   gila ujan tak terjangka
atau bolehkah kita sumbati mereka dengan cerita
alnino atau empangan yang sendat?

ujan tiada henti
dapur dan katil terapung lagi
rakyat disumbat di dewan sekolah
Yang berhormat berpidato takcukup wang,
hanya yang tak disebut sumbat menyumbat

kampong, daerah, negeri  walau belum jahanam
jadi jeruk yang membusuk
dalam takungan air yang masih termenung
tanpa ditunggumusim sumbat menyumbat berulang lagi

6 Responses to Sumbat Menyumbat dimusim banjir

  1. pezze says:

    semuanya tersumbat, makan tahu sumbat.

    at least tahu sumbat sedap, sumbat2 in poket n all that stinks to high heavens!!

  2. azie says:

    Interesting enough about this sumbat-menyumbat.But what I ‘m concern most now if I could sumbat those mouth which are being misused in a way they forgot why God grants them this part of the body. If bad drainage can cause those flood and still repairable, well bad mouthing can be sinful which one is answerable till life after only if he repents.
    Excuse me. I dont mean anybody in this blog.I’m writing out of observation around me. At most times, I’m just being sicked and tired about people who just dont appreciate why God gives them this little “tool” (mouth) on their face.Abusing this “tool” at the expense of “fitnah-memfitnah”, “kata-mengata” , “melaga-laga” amongst fellow humans is far more disastrous to life and those I detest most.Sometimes we are just being too noisy about this happening, that happening….in return we damn forget the “habluminanas” ie our relationship with other humans, how often they are visited, are they being offended, are they being helped and taken care, are they being cherished and many more…
    Why not we just ponder these.. and get back to basic in life..

  3. nadia esham says:

    semua tersumbat! hidung nadia pon tersumbat! hehe

  4. mooke says:

    oh my god nee .. me too. get well soon sweetie..

  5. abang A.B.A.S says:

    makan hot dog lawan kan dengan tahu sumbat mimang lah sedap itu lah salah satu dari kurniaan nikmat tuhan. cuma kita mesti tahu dan pandai memilih yang halal disisi allah.jangan tersalah sumbat.

  6. penyumbat kelapa says:

    apa-ni takde kerja lain, nak menyumbat saje.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: