Tunku Abdul Rahman Putra Bah. 3 – 13 Mei 1969 Tunku mangsa cauvinism

Pada 13 mei 1969, Tunku  menjadi perdana menteri yang paling malang didunia. Pada hemat saya Tunku menjadi mangsa cauvinis dan rasis Negara.

Tak apaaaaaaaaaaa.

Itu ungkapan popular tunku. Itu kelemahan Tunku. Toleransi dan tak apa digabungkan, tidak dibezakan. Malang sekali didalam suasana keadilan dan kesaksamaan, dan fahaman tak apa tunku , rasis dan cauvinis tidak dikawal, dibenar mewarna suasana politik dan perhubungan kaum.

Pada tahun 1963 beliau cuba menangani cabaran cauvinis dan rasis negara dengan mengusulkan pemisahan Singapura. Tunku hanya berjaya melewatkan ledakan pertembungan kaum  selama 6 tahun dengan tindakan tersebut.

Dengan cauvinis dan rasis, tak apa menyemarakan barah hubungan kaum. Jika ada kelemahan tunku, tak apa dan toleransi yang tidak terbeza  terhadap cauvinis dan rasis adalah kelemahan tunku yang menyebabkan kejatuhan nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: