Pompeii tanpa lahar

Merbuk mengadu
sesak dada musibah rakus jerubu,
Sedikit saja yang ku perlu,
Sebutir bijirin,
kejar belalang dipadang,
hak hela nafas panjang,
untuk terus berlagu

Ramai yang redha
malah tikus gembira sawit melata
orangutan sudah letih bersahut
Ni perkara biasa
Walau hak bernafas dirampas

Dayus tak terkata
Hingga satu hari
Tiada daya suara
Bagai Pompeii
Cuma yang tiada laharnya saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: